Friday, September 17, 2010

Kenapa Ilmu Pengetahuan ada buat kita?

Ngikngok.
Kata diatas seringkali gue gunakan ketika gue dalam keadaan yang udah mentok semnetokmentoknya. Kenapa ya? entahlah. Gak penting juga sih dibahas.

Main topic yang ingin gue bahas kali ini adalah hakikat perbedaan manusia dan binatang.
Jangan terkecoh sama judul posting gue hahahah.
Yang perlu gue stabilo, ini subjektif gue aja ya, serta kesimpulan gue dari buku Filsafat Ilmu-nya Jujun S. Suriasumantri (yang gue janjikan selesai minggu ini, ternyata selesai, kawan!)
Semoga gue gak sesat dan gak sotoi. Amin. 


Pernah gak sih lo berpikir, apa sih bedanya manusia dan binatang?
mereka ga bisa mikir?
gue rasa sih, binatang juga bisa mikir kok. Mereka cari makan, contoh. Oke mereka cari makan karena lapar dan insting mereka bilang begitu. Tapi mereka tau gimana caranya cari makan dengan cara mereka sendiri. Ambil contoh laba-laba. Mereka pake jaring buat nangkep mangsa. Bisa melakukan sesuatu dan tahu caranya, buat gue sih itu make mikir. Tapi mungkiiin kalo binatang udah dikasih pola pikirnya dari Tuhan.

terus mereka gak punya rasa kasih sayang? (jawaban teman gue)
menurut gue sama sekali engga. Lo tau binatang tarsius? Mereka adalah binatang paling setia. Mereka hidup dengan satu pasangan saja seumur hidup mereka. Teman gue pernah cerita, dia pernah melihat foto-foto di internet dimana ada burung menangis dikala pasangannya mati gitu aja. Mungkin ini gak berlaku buat kucing, yang anaknya aja dikawinin.

terus apa lagi? mereka ga bisa belajar?
oke ini paling mudah dibantah. Lo tau sirkus dong yaa. Katro banget deh kalo gak tau. Pasti tau juga kan ada binatang-binatang dilatih dan mereka bisa melakukan apa yang kita mau. Binatang itu belajar pola sih menurut gue. Hamster gue aja (yang pernah gue ceritakan) memang pada hakikatnya mengingat majikan dari bau tangan. Jadi kalo gue udah lama ga nyentuh dia dan gak afal bau tangan gue lagi, mereka akan gigit gue.


trus?
nah kata buku Pak Jujun, binatang itu gak bisa belajar sesuatu yang abstrak atau gak ada di depan mereka.
sekarang gini. Lo pernah ketemu Tuhan? Enggak kan. Tapi lo percaya, takut,  dan belajar cara menyembahNya kan?
kalo binatang, seekor anak tikus harus dibawa sama induknya buat ngeliat kucing dan baru si curut itu akan takut.
begitulah kawan, kita tidak akan bisa mengajari atau melatih hewan dengan benda abstrak bukan?

Itulah mengapa ilmu pengetahuan ada buat kita, manusia (selama lo yang baca ini manusia).
Ilmu itu gak selamanya pasti, ilmu sosial contoh paling gampang. Atau akar dari segala ilmu, Filsafat. 
Abstrak banget kan? Karena manusia belajar dari ketidakadaan, imajinasi, serta sesuatu yang abstrak sehingga akhirnya bisa mempraktekkannya ke kehidupan nyata.

Dan untuk mendukung Ilmu ini, ada hal yang binatang juga gak punya, yaitu bahasa.
Binatang mungkin punya cara untuk berkomunikasi dengan sesama spesiesnya. Tapi bisakah mereka berbicara pada kita? Di buku Filsafat Ilmu, ada seorang pakar bernama Aldous Huxley bilang, mungkin aja terdapat jenius di antara para gorilla, namun karena mereka gak punya bahasa maka pikiran atau penemuan jenius itu hilang begitu aja. Jadi, ilmu gak bakalan berkembang pada dunia hewan.
Nah, yang paling gue inget, ada satu part dari buku ini yang bilang, ilmu tidak bertujuan mencari kebenaran absolut, melainkan kegunaannya untuk manusia dalam tahap perkembangan tertentu.
Wah, ini mengubah pandangan gue pada fisika hahahahahaa.

Intinya sih gue mau bilang, sayang kan jika ilmu itu kita sia-siain padahal ilmu pengetahuan itu ada buat spesies kita. 
Jujur sih gue aja baru bisa ngerasa asik berfilsafat setelah membaca buku ini. Sebelumnya gue ngerasa filsafat itu apa banget deh. Apalagi matkul gue ada yang tentang filsafat gitu, males banget tadinya.
Tapi setelah gue tau filsafat adalah ilmu yang mengajak manusia berpikir, dan setelah matkul ospek "Thinking Skill" gue tadi insightnya adalah "semua yang kita lakukan itu based on thinking", gue jadi merenung.
Bahwa kita hidup pun, gak bakal lepas dari berfilsafat (=berpikir), kan?


"Cogito Ergo Sum! (aku berpikir maka aku ada)" [Rene Descartes]

No comments:

Post a Comment

Let's give me a feedback!